(0274) 513 301, 515 352. Ext. 1513
publisher@usd.ac.id

Pendidikan Ala Warung Pojok (Catatan–catatan Prof. DR. N. Driyarkara, S.J. ttg masalah Sosial, Politik, dan Budaya)

by G. Budi Subanar - ISBN: 979-8927-97-4
Ketersediaan:
Tersedia
Dr. Soedjatmoko melihat Drijarkara sebagai seorang pemikir yang tajam dan berdisiplin ilmiah. “Beliau bukan pembawa suatu sistem filsafat baru. Memang bukan itu yang diusahakannya. Yang disajikannya dan senantiasa ditekankannya ialah suatu cara berpikir, suatu metode berfilsafat sebagai suatu keaktivan manusia yang hakiki, yang tidak pernah selesai. Baginya 'filsafat adalah usaha menyelami realitas (alam, manusia dan Tuhan, sebagai dasar dari segala-galanya) seperti tertangkap dalam moment metafisik pengertian kita, yaitu sebagai realitas yang tertangkap sebagai pengada (being)'. 'Filsafat memperkembangkan moment metafisik itu sebagai ilmu'. ... Bahkan lantaran sifat cara berfilsafahnya itu, beliau dengan segala kesungguhan hati dan kadangkala naivitasnya yang mengharukan telah dibawa langsung ke tengah-tengah pergolakan dan perjuangan bangsa dan di dalam usaha bangsa kita untuk menyelami dirinya dan mendudukkan diri sebagai bangsa di dalam dunia dan sejarah. ...”
Nama nala dalam dunia pewayangan sering digunakan untuk menyebut anak-anak Semar, para anggota dari Punakawan: Nala Gareng, Nala Petruk dan Nala Bagong. Mereka adalah pelayan, penjaga, sekaligus penasihat para ksatria Pandawa. Sedangkan nala arti harafiahnya adalah hati. Dengan demikian Pak Nala dapat diartikan sebagai seseorang yang punya hati, yang bertugas untuk memberi perhatian pada berbagai hal, serta melayani kebutuhan orang yang dilayaninya. Bahkan Pak Nala juga punya tugas untuk mengingatkan orang yang dilayaninya. Itulah yang dilakukan Pak Nala dalam Warung Pojok.
Rp. 32,000 Rp. 40,000
Jumlah:
Penerbit Penerbit USD
Perkiraan Berat 100 gram
Tahun Terbit 2008
Halaman 194
Kategori Pendidikan