(0274) 513 301, 515 352. Ext. 51513

Jalan Panjang Telanjang

by Joseph Sali - ISBN: 978-602-6369-18-5
Ketersediaan:
Tersedia
Di masa ini, mungkin, memang kita perlu bait-bait pendek untuk bersaksi. Sebab kalimat-kalimat panjang sudah dituturkan, dan kisah kelam para terpidana politik dari Peristiwa ‘65 belum juga diakui bersama. Sajak-sajak yang bersaksi ini barangkali bisa menyapa hati yang telah keras – justru karena puisi hadir dalam keringkihannya. Kerentanan yang menyentuh kerapuhan terdalam kita semua. (Ayu Utami, Sastrawan)
Jika antologi Jalan Panjang Telanjang karya Joseph Sali ini dibaca dalam perspektif Imagined Communities (1983) Benedict R. O'G. Anderson, kita memahaminya sebagai penubuhan puitis kesadaran sebuah bangsa yang menderita. Puisi-puisi ini muncul sebagai pemberontakan terhadap ancaman, penderitaan, dan absurditas yang mengepungnya di Pulau Buru. Sekali-sekali kita mendengar nada protes yang lantang. Dengan puisi, Joseph Sali berhasil melawan maut yang selalu mengintainya di setiap tikungan gelap Pulau Buru. (Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum).
Bagi para tahanan di Pulau Buru (1969-1979) setidaknya ada dua pilihan yang mereka miliki di tengah bertubi-tubinya ancaman kekerasan dan kematian. Yang satu adalah bersikap bungkam dan menyerah. Yang lain adalah berdiri tegak dan menyuarakan diri. Sebagaimana tercermin dalam puisi-puisinya Joseph Sali memilih yang kedua. Ia berdiri tegak dan menyuarakan diri. Dalam puisi-puisi itu ada derita, ada kepedihan, ada kekhawatiran, tetapi ada pula iman, harapan dan kasih. Joseph Sali telah mengubah neraka kutuk dan pembuangan menjadi Kawah Candradimuka tempat menempa diri. Itulah sebabnya guratan-guratan puisi yang ia tulis selama maupun setelah keluar dari Pulau Buru ini penting untuk kita simak dan renungkan bersama sebagai bangsa. (Baskara T. Wardaya SJ,).
Rp. 37,500 Rp. 30,000(Potongan harga hanya berlaku di toko)
Jumlah:
Penerbit Penerbit USD
Perkiraan Berat 0 gram
Tahun Terbit 2016
Halaman 122
Kategori Humaniora