Dari Naskah ke Interaksi: Paradigma Augmented Intelligence dalam Pelestarian Aksara Nusantara

ISBN: Proses Pendaftaran

Rp. 76.000,00

Harga Offline: Rp. 68.400,00
Stok: 0
Silakan login dulu untuk membeli.

Pendekatan berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pengolahan naskah umumnya berfokus pada otomatisasi, khususnya pengenalan karakter dan digitalisasi arsip melalui teknologi seperti Optical Character Recognition (OCR). Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menangani kompleksitas naskah Nusantara yang mengandung ambiguitas visual, konteks linguistik, nilai historis, dan makna budaya yang memerlukan keterlibatan manusia dalam proses interpretasi. Buku "Dari Naskah Ke Interaksi: Paradigma Augmented Intelligence Dalam Pelestarian Aksara Nusantara" mengusulkan paradigma Augmented Intelligence (AuI) sebagai pendekatan baru yang menempatkan manusia dan AI dalam hubungan kolaboratif dan interpretatif. Dalam paradigma AuL, AI tidak diposisikan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai cognitive partner yang memperkuat kemampuan manusia dalam memahami, mengeksplorasi, dan membangun makna dari naskah. Melalui pendekatan dalam AuL, proses interpretasi dipahami sebagai hasil ko-konstruksi antara manusia dan sistem melalui interaksi yang berlangsung secara iteratif dan kontekstual. Sebagai implementasi konseptual, buku ini menawarkan rancangan arsitektur Augmented Intelligence (AuL) yang terdiri atas beberapa lapisan utama, yaitu lapisan infrastruktur, lapisan data dan pengetahuan, lapisan pemrosesan AI, lapisan representasi, lapisan interaksi dan ko-konstruksi makna, serta contoh pengembangan arsitektur tersebut untuk aksara Jawa yang disebut JAIS. Dalam arsitektur tersebut diperkenalkan konsep-konsep seperti epistemic layer, ambiguity-aware representation, dan interactive representation yang memungkinkan ketidakpastian dan ambiguitas tetap dipertahankan sebagai bagian dari proses interpretasi, bukan dihilangkan secara prematur oleh sistem komputasi. Selain membahas aspek konseptual dan arsitektural, buku ini juga menguraikan berbagai tantangan penelitian masa depan, mulai dari representasi ambiguitas, integrasi pengetahuan tacit manusia, human-AI co-construction, explainability dan trust, hingga pengembangan interaksi multimodal berbasis Augmented Reality (AR). Keseluruhan pembahasan diarahkan pada visi besar bahwa naskah Nusantara tidak lagi dipahami sebagai objek pasif yang sekadar didigitalisasi dan disimpan, melainkan sebagai living heritage yang terus hidup melalui interaksi antara manusia dan teknologi. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa pelestarian aksara Nusantara tidak hanya berkaitan dengan menjaga warisan masa lalu, tetapi juga dengan pembangunan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan AI global, pengembangan AuL untuk pelestarian manuskrip dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa pengetahuan lokal, nilai budaya, dan cara pandang Nusantara tetap hadir dalam ekosistem pengetahuan digital masa depan. Dengan demikian, arah besar yang diusulkan bukan sekadar digitalisasi budaya, melainkan pembangunan living cultural intelligence atau kecerdasan budaya hidup yang berkembang secara kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan.

 Print on Demand
 kembali
Penulis Anastasia Rita Widiarti
Penerbit USD
Suplier USD
Perkiraan Berat 135 gram
Tahun Terbit 2026
Halaman vii+75 hlm.